ITB AAS Indonesia Jadi Co-Host International Conference FEB UNS

ITB AAS Indonesia menjadi co-host International Conference FEB UNS 2026 bersama akademisi dan peneliti internasional di Surakarta.
SURAKARTA – Institut Teknologi Bisnis (ITB) AAS Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset, inovasi, dan jejaring akademik global dengan menjadi co-host pada International Conference yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Selasa (7/7/2026).

Mengusung tema “Advancing Green Economy and Sustainable Development: Innovation, Resilience, and Inclusive Growth in a Changing World”, konferensi internasional ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan di era global yang terus berkembang.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi sejumlah institusi, di antaranya Ikatan Dosen Ekonomi Akuntansi Bisnis Indonesia (IDEABI), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dengan ITB AAS Indonesia dipercaya sebagai salah satu co-host penyelenggara.

Konferensi menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi, riset, dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai Keynote Speakers, hadir Mohammad Mufid selaku Head of OJK Solo, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si selaku Head of the Central Java Regional Research and Innovation Agency (BRIDA Jawa Tengah), serta Prof. Siew Chan dari University of North Georgia, Amerika Serikat.

Sementara itu, sesi Invited Speakers menghadirkan Supaphorn Akkiapin, Ph.D. dari Rajamangala University, Thailand, Dr. Betley H. Susanto selaku CEO PT Skyworx sekaligus akademisi Binus University, serta Dr. Junaidi M. Shakir, Senior Assistant Professor of Accounting dari Universiti Teknologi Brunei. Kehadiran para pembicara tersebut memberikan perspektif global mengenai implementasi ekonomi hijau, transformasi digital, inovasi, hingga strategi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Supaphorn Akkiapin, Ph.D. dari Rajamangala University, Thailand, yang hadir sebagai Invited Speaker, juga merupakan mitra utama ITB AAS Indonesia dalam pengembangan kerja sama internasional. Kehadirannya di Surakarta sekaligus memenuhi undangan ITB AAS Indonesia dalam rangka Implementation Memorandum of Agreement (MoA) sebagai kunjungan balasan (return visit). Sebelumnya, pada Februari 2026, ITB AAS Indonesia telah mengirimkan 36 mahasiswa dan 29 dosen ke Rajamangala University of Technology Krungthep (UTK), Thailand, untuk melaksanakan berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi kerja sama tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui mobilitas akademik, kolaborasi riset, serta pertukaran pengalaman lintas negara.

Kepercayaan yang diberikan kepada ITB AAS Indonesia sebagai co-host menjadi bukti semakin kuatnya peran institusi dalam mendukung penyelenggaraan forum ilmiah bertaraf internasional. Partisipasi ini juga merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperluas jejaring kerja sama akademik, meningkatkan kualitas penelitian, serta mendorong lahirnya publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Rektor ITB AAS Indonesia menyampaikan bahwa keterlibatan kampus dalam konferensi internasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya akademik sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Melalui kolaborasi seperti ini, ITB AAS Indonesia terus berupaya membangun ekosistem akademik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi internasional. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, inovasi, serta kolaborasi riset yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pertukaran gagasan, konferensi ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian, publikasi bersama, pertukaran akademisi, serta pengembangan program internasional antarperguruan tinggi. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan lembaga riset dalam menjawab tantangan global melalui inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, ITB AAS Indonesia berkomitmen untuk memperluas kerja sama internasional, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta mencetak lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *